Bagaimana perbedaan penerapan Pancasila diera orde lama, orde baru, dan orde reformasi?

Era Orde Lama

Pada orde lama, berlaku sistem demokrasi liberal (17 agustus 1950 - 5 juli 1959) dan demokrasi terpimpin (5 juli 1959 - 1965). Dalam sistem demokrasi liberal ini kepala pemerintahan dipimpin oleh seorang perdana menteri.

Kedaulatan rakyat diserahkan kepada sistem multipartai sehingga banyak sekali parpol pada era orde lama. Efek buruknya adalah munculnya sikap untuk saling menjatuhkan antar partai sedangkan pada sistem demokrasi terpimpin, pemerintahan dipimpin oleh presiden sendiri sebagai panglima besar revolusi.

Era Orde Baru

Demokrasi pancasila pada orde baru (1966 - 1998) berkeinginan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Orde baru merencanakan dan melakukan program pembangunan ekonomi disegala bidang untuk memperbaiki keadaan bangsa Indonesia. 

Hingga pada akhir tahun 1980 dan 1990 pembangunan ekonomi berubah menjadi sistem mercusuar dan panglima. Akibatnya, kesenjangan ekonomi terjadi antara pusat dan daerah serta KKN semakin merajalela di tubuh pemerintahan.

Era Reformasi

Demokrasi era reformasi berlangsung dari 1998 sampai sekarang ini. Pada masa ini kebebasan masyarakat dalam menggunakan haknya menjadi lebih terbuka dan meluas. Masyarakat semakin kritis dalam melakukan pengawasan terhadap pemerintah. Kedaulatan tertinggi berada ditangan rakyat. Namun karena bebasnya dalam mengemukakan pendapat dapat bermunculan kabar hoax serta ujaran kebencian melalui jejaring media sosial.

Buka Komentar